Kabar Baik untuk Honorer K2 dari Revisi UU ASN, Kini PPPK Dapat Uang Pensiun

revisi uu asn

Info Honorer – Sidang Paripurna DPR RI pada Kamis (2/4) telah menyetujui RUU revisi UU ASN (Undang-undang Aparatur Sipil Negara) menjadi usul inisiatif dewan.

Perubahan tersebut didasari dua anggota Fraksi Gerinda, Supratman Andi Agtas dan Sodik Mudhajid itu pun membawa kabar baik untuk para honorer K2 yang sudah lulus Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama Februari 2019.

Hal tersebut bisa dilihat dalam draft final RUU Revisi UU ASN yang diterima jpnn.com dari Wakil Ketua Fraksi Gerinda DPR, Heri Gunawan.

“Semoga perubahan ini membawa kebaikan untuk anak-anak bangsa yang telah mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Hergun -panggilan Heri Gunawan.

Berikut beberapa poin penting RUU Revisi UU ASN tahun 2020:

*Ketentuan Pasal 22 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) berhak memperoleh;
a. gaji, tunjangan, dan fasilitas
b. cuti
c. pengembangan kompetensi
d. jaminan pensiun dan jaminan hari tua, dan
e. perlindungan

*Dalam RUU ASN juga terdapat penghapusan pasal yang cukup signifikan. Di antara yang dihapus adalah ketentuan Pasal 27 sampai Pasal 42.

*Ketentuan Pasal 93 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Manajemen PPPK meliputi:
a. penetapan kebutuhan
b. pengadaan
c. penilaian kinerja
d. penggajian dan tunjangan
e. pengembangan kompetensi
f. pemberian penghargaan
g. disiplin
h. pemutusan hubungan perjanjian kerja
i. jaminan pensiun dan jaminan hari tua, dan
j. perlindungan3

*Di antara Paragraf 9 dan Paragraf 10 disisipkan satu paragraf yaitu Paragraf 9A, selanjutnya di antara Pasal 105 dan pasal 106 disisipkan satu pasal, yakni Pasal 105A, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Paragraf 9A

Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua

Pasal 105A

  1. PPPK yang berhenti bekerja berhak atas jaminan pensiun dan jaminan hari tua sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jaminan sosial.
  2. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua diberikan sebagai perlindungan kesinambungan penghasilan hari tua, sebagai hak dan sebagai penghargaan atas pengabdian.
  3. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua PPPK sebagimana dimaksud pada ayat 1 mencakup jaminan hari tua yang diberikan dalam program jaminana sosial nasional.
  4. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan program jaminan program pensiun dan jaminan hari tua PPPK diatur dalam Peraturan Pemerintah.

*Ketentuan Pasal 106 diubah sehingga berbunyi:

  1. Pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa;
    a. jaminan pensiun dan jaminan hari tua
    b. jaminan kesehatan
    c. jaminan kecelakaan kerja
    d. jaminan kematian, dan
    e. bantuaan hukum
  2. Perlindungan berupa jaminan pensiun dan jaminana hari tua, jamina kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a, huruf b, dan huruf c, dilaksanakan sesuai dengan sistem jaminan sosial nasional.
  3. Bantuan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf d berupa pemberuan bantuan hukum dalam perkara yang dihadapi di pengadilan terkait pelaksanaan tugasnya.

Baca Juga: Contoh Materi dan Soal SKB CPNS 2019 Semua Formasi

Itulah informasi mengenai Kabar Baik untuk Honorer K2 dari Revisi UU ASN. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Sumber: Fajar.co.id (03/04/2020)

Tinggalkan Balasan