Pintar Aja Ga Cukup, Lolos CPNS tuh yang Paling Penting Hoki

kisi kisi skd

Makin lama, peminat CPNS makin banyak. Engga tahu kenapa keinginan masyarakat Indonesia untuk menjadi abdi negara makin besar. Mungkin katanya PNS itu adalah calon menantu idaman untuk para boomer yang ingin anak-anaknya bahagia dengan uang pensiun dan berbagai tunjangan lainnya.

Bercerita mengenai cita-cita menjadi PNS, aku mau cerita banyak banget nih. Saya merupakan salah satu penggemar berat ketika penerimaan CPNS telah dibuka oleh pihak Kemenpan-RB.

Ini adalah tahun ketiga saya mengikuti seleksi CPNS, yakni dimulai tahun 2017, dimana saya nggak lolos passing grade SKD. Pada waktu itu, saya hanya sekedar coba-coba dan ngga begitu paham sama sekali dengan apa itu passing grade.

Tahun 2018, saya kembali mencoba peruntungan untuk ikut seleksi CPNS, kali aja tahun ini saya benar-benar beruntung. Nyatanya saya kembali belum beruntung. Dan lagi, saya gagal di tahap SKD, dimana untuk ketiga bagian soal SKD saya engga mencapai batas passing grade sama sekali. Udah belajar banyak dan yakin juga. Eh berakhir gagal. Nangis juga sih ketika tahu gagal di SKD.

Tahun 2019, saya mencoba untuk ikut kembali dengan berbagai persiapan dari awal pendaftaran dibuka. Dimulai dari beli buku CPNS yang tebalnya sampai ratusan halaman.

Selain beli buku, saya juga berlangganan member latihan soal CPNS Indonesia di Instagram yang harganya ga murah. Oh iya, untuk seorang guru honorer BOS di sekolah yang gajiannya cuma 3 bulan sekali, harga segitu cukup mahal loh. Tapi, demi masa depan yang cerah saya ikhlas bayar segitu, kali aja tahun ini bisa diterima.

Untuk tahun ini persiapan saya lumayan matang, yakni dimulai dari belajar soal-soal SKD dan pemilihan sekolah. Dimana lokasi sekolahnya sudah berbeda provinsi dari tempat tinggal asal saya. Sementara itu, lokasi sekolah yang saya pilih jauh ke pelosok bahkan ketika dicari nama sekolah tersebut di Google, engga nemu gambar sekolahya. Sedih banget kan milih sekolah yang enggak tahu sama sekali gimana kabarnya. “Semuanya karena ingin menjadi PNS”.

Saya berbuat demikian supaya sedikit saingan saya disekolah tersebut. Kenyataannya ketika pendaftaran CPNS ditutup dan fitur jumlah pelamar dibuka oleh pihak BKN, jumlah pelamar di sekolah yang saya pilih memiliki banyak peminatnya, yakni 238 pelamar. Sedangkan jumlah formasi yang dibutuhkan hanya satu orang. Sedih banget ga tuh?

Akhir bulan Februari kemarin saya sudah melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan alhamdulillah tahun ini lolos passing grade. Tapi tetap aja merasa ga yakin bakal melaju ke tahap SKB dengan skor yang pas-pasan.

Tepat tanggal 23 Maret kemarin, pengumuman nama-nama yang lolos ke tahap SKB diumumkan dan saya kembali gagal melaju ke tahap selanjutnya. Ya iyalah, orang dapet peringkat 27. Sedangkan yang berhak melaju ke tahap SKB adalah peringkat 1 hingga 3. Mungkin di tahun 2020 saya bisa melaju ke tahap SKB dan menjadi PNS. AMIN dong.

Nah, dari cerita tersebut, kalian harus tanamkan dan ingat bahwa pintar saja engga cukup untuk melaju ke tahap SKB. Hoki tuh yang paling penting. Beberapa teman saya juga memiliki skor yang jauh lebih tinggi dari saya, namun hanya bisa mendapat peringkat 6 di sekolahan itu.

Sementara teman saya yang skor SKD-nya bisa dibilang beda-beda tipis dengan saya bisa mendapatkan peringkat kedua di sekolah yang dipilih. Lantas munculah beberapa asumsi dari saya yang gagal CPNS.

“Coba kemarin aku ambil di daerah ini ya.”

“Coba kemarin aku ambil di sekolah ini ya.”

“Coba kemarin enggak ambil di daerah ini, dengan nilaiku segitu mana bisa diadukan buat melaju ke SKB.” (you’re so lucky sis)

“Cobalah mengerti semua ini mencari arti.” (auto nyanyi lagi dong)

Untuk teman-teman yang punya skor tinggi banget ketika SKD namun gagal melaju ke SKB, kalian harus tetap semangat. Jangan nyerah, karena gagal seleksi yang kesekian kalinya.

Sebenernya nih, doa-doa kita dan orang tua kita telah di dengar oleh Tuhan. Hanya saja, tuhan minta kita untuk sabar sedikit lagi. Tuhan mau liat seberapa sabar kita dalam menghadapi kegagalan yang kesekian kalinya.

Baca Juga: Contoh Materi dan Soal SKB CPNS 2019 Semua Formasi

Terakhir, percayalah kita semua tuh terlahir dengan otak yang jenius, makanya bisa mengerjakan 100 soal SKD dengan waktu 90 menit. Hanya saja keberuntungan kita belum muncul hingga sekarang. Yang gagal CPNS 2019, yuk kita coba lagi tahun ini.

Penulis: Yulia Sonang

Tinggalkan Balasan