Kesalahan Paling Umum Gagal Lolos Kartu Prakerja

gagal kartu prakerja

Kartu Prakerja – Pendaftaran Kartu Prakerja telah dibuka pada 11 April lalu, sudah 8 juta peserta yang mendaftar program tersebut. Jumlah tersebut terus bertambah jika dibandingkan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang I.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winateya, mengatakan masih banyak peserta yang gagal ke tahap seleksi karena beberapa kesalahan teknis. Berikut adalah kesalahan paling umum penyebab gagal lolos Kartu Prakerja.

Kesalahan NIK

Daftar Kartu Prakerja mengandalkan data Kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri. Hal ini membuat pengisian NIK harus benar-benar sesuai. Kesalahan atau salah ketik pada pengisian Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti keliru dalam penulisan nama dan tanggal bisa menyebabkan data tidak dapat diverifikasi oleh sistem.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja dengan Mudah, 100% Berhasil

“Kebanyakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) tidak dapat diverifikasi. Mungkin ada salah ketik nama atau tanggalnya tidak sesuai dengan database. Di masa-masa awal itu terhitung jadi backlog,” jelas Panji dalam konferensi video di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Foto Selfie

Pastikan foto selfie yang Anda unggah dalam database Kartu Prakerja kualitasnya cukup jelas supaya mudah diverifikasi. Banyak peserta yang mengunggah foto selfie yang tampak kabur. Akan lebih bagus jika foto selfie diambil di tempat yang memiliki pencahayaan yang bagus.

Selain itu, wajah foto yang diunggah haruslah jelas dan pandangan mata lurus ke depan menghadap kamera dan tidak menyamping.

Banyak orang yang masih mengunggah foto dengan latar terlalu gelap atau terlalu terang, tidak lurus, atau bagian wajah yang tertutup. Hal ini membuat foto pelamar tidak bisa disesuaikan dengan foto sendiri yang terdaftar di KTP.

“Seperti terlalu gelap, terlalu terang, atau tidak menghadap lurus. Atau ada penutup muka atau kepala, atau pakai kacamata. Sehingga sistem sulit memverifikasi,” tutur Panji.

Panji menjelaskan pemilihan peserta daftar Kartu Prakerja dilakukan berdasarkan pengacakan melalui sistem.

“Benar-benar acak. Namun yang diacak adalah peserta dengan NIK pendaftar yang juga didata oleh K/L terkait. Jika masih ada ruang di gelombang, maka masyarakat umum bisa juga masuk pengacakan,” terang Panji.

Selain itu, supaya bisa lolos sebagai Kartu Prakerja, pendaftar harus melewati tahapan tes seleksi yang meliputi tes motivasi dan kemampuan dasar selama kurang lebih 15 menit.

Pendaftar bisa melajutkan ke tahap selanjutnya, yaitu bergabung di gelombang pendaftar yang sedang dibuka. Jika belum diterima sebagai peserta gelombang pertama, pendaftar bisa bergabung di gelombang selanjutnya.

Para peserta yang diterima akan menerima bantuan uang sebesar Rp 3.550.000 untuk keperluan biaya pelatihan dan insentif. Salah satu syarat dapat mengikuti program kartu prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI), tidak mengikuti pendidikan formal dan usia minimal 18 Tahun.

Artikel Rekomendasi:

Itulah informasi mengenai Kesalahan Paling Umum Gagal Lolos Kartu Prakerja. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Sumber: Kompas.com (28/04/2020)

Tinggalkan Balasan